Makna Haul

Haul diambil dari bahasa Arab hala-yahulu-haul yang berarti setahun, atau masa yang sudah mencapai satu tahun. Pada perkembangannya kata haul biasa digunakan dalam bahasa Indonesia sebagai istilah untuk melakukan ritual kegiatan yang berskala tahunan, seperti memperingati acara selamatan tahunan (lebih dikenal dengan istilah ulang tahun), atapun memperingati hari kematian seseorang yang kita sayangi dan juga orang yang kita agungkan (guru, orang tua, ulama, para shalihin, atau waliyullah ). Hingga dalam perkembangannya kata haul kemudian seringkali dimaknai sebagai kegiatan ritual keagamaan untuk memperingati hari meninggalnya orang yang kita cintai atau orang yang kita agungkan pada tiap tahunnya.

Adapun suatu kegiatan itu dapat terlaksana, tidak lepas dari adanya tujuan atau keinginan dari shahibul hajah. Kebanyakan orang mengartikan haul hanya sebagai peringatan hari kewafatan dengan cara mengirimkan barokah doa, yasin dan tahlil serta pahala shadakah untuk orang yang telah meninggal. Bahkan tak jarang santri juga mengartikan haul hanya sebagai lahan mencari barakah. Apalagi jika yang di hauli adalah seorang wali ataupun kyai besar.

Namun sebenarnya, inti dari kegiatan haul itu sendiri mempunyai arti atau tujuan pokok berdasarkan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Tujuan tersebut antara lain:

Untuk mendo’akan orang yang meninggal dengan memintakan ampun kepada Allah, dan agar dijauhkan dari siksa kubur, siksa neraka serta dimasukkan surga. Karena itulah dalam ritual haul, yang umum dilakukan adalah dengan pembacaan Yasin dan tahlil.
Untuk bersedekah dari ahli keluarganya atau orang yang membuat acara (shohibul hajah), orang yang membantu atau orang yang ikut berpartisipasi dengan diniatkan untuk dirinya sendiri sendiri dan juga pahalanya dimohonkan kepada Allah agar disampaikan kepada orang yang di-hauli.
Untuk mengambil tauladan dengan kematian seseorang, bahwa kita pada akhirnya nanti juga akan meninggal. Sehingga, hal itu akan menimbulkan dampak pada diri kita untuk selalu meningkatkan ketakwaan dan amal sholih.
Untuk meneladani amaliyah dan kebaikan-kebaikan dari orang yang di hauli, khususnya jika yang dihauli adalah ulama, sholihin atau waliyullah, dengan harapan agar segala amaliyah baik mayit semasa hidupnya akan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena itu biasanya acara haul selalu diisi dengan pembacaan biografi (manaqib) atau sejarah hidup orang yang sudah wafat dengan maksud agar kebaikan orang tersebut dapat diketahui orang yang hadir dan mereka dapat menapaktilasi perilakunya yang terpuji serta mengambil apa saja yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat mereka.
Untuk memohon keberkahan hidup kepada Allah melalui wasilah (media) keberkahan-Nya yang telah diberikan kepada para ulama, sholihin atau waliyullah yang dihauli tersebut selama masa hidupnya.

wassalam

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s