Angka dan Hari Kiamat

Oleh: Med Hatta.

‎“Bilakah Hari Qiamat Itu?…” Kalimat sederhana ini tentu bukan sekedar sebuah ‎pertanyaan sambil lewat saja melainkan ungkapan Al-Qur’an pada ‎‎14 abad lalu yang menegaskan tentang eksistensi waktu‎.

Dalam sejarah peradaban manusia bahwa angka pertama yang dikenal manusia ‎dalam kehidupan adalah “waktu”. Seorang ilmuawan berkebangsaan Turki, ‎Harun Yahya, menegaskan bahwa “penemuan-penemuan ilmu pengetahuan ‎modern telah membuktikan bahwa waktu bukanlah kenyataan mutlak seperti ‎yang diyakini para materialis, melainkan hanya merupakan persepsi relative…”

Menarik untuk disimak bahwa fakta waktu yang ‘dijahili’ oleh sains hingga abad ‎kedua puluh satu ini diproklamirkan Al-Qur’an kepada manusia empat belas ‎abad yang lalu. Banyak sekali ayat dalam Al-Qur’an menegaskan mengenai ‎relativitas waktu ini‎.

Fakta ilmiah membuktikan bahwa waktu merupakan persepsi psikologis yang ‎bergantung pada peristiwa, latar, kondisi. Dan hal ini dapat disaksikan di banyak ‎tempat dalam Al-Qur’an, Misalnya seperti yang diilustrasikan oleh Allah SWT, ‎seluruh kehidupan seseorang sangat singkat, Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk”. (QS: 10/ 45).

Al-Qur’an juga menjelaskan dibeberapa ayat yang lain bahwa manusia melihat ‎waktu berbeda-beda satu sama lainnya. Dan terkadang manusia menganggap ‎waktu yang sangat singkat ini terasa lama. Dialog antara Tuhan dan hamba ‎di akhirat kelak sebagaimana diceritakan dalam ayat berikut menjadi cerminan ‎dalam kasus ini‎:

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (Q.S: 23/ 112-114).

Ayat-ayat ini dan masih banyak lagi ayat yang lain di dalam Al-Qur’an ‎merupakan ungkapan manifestasi yang real tentang relativitas waktu. Fakta ‎bahwa informasi yang baru saja disadari oleh ilmuwan abad kedua puluh satu ‎ini telah diinformasikan kepada manusia 1428 tahun yang lalu di dalam al-‎Qur’an, merupakan tanda bahwa wahyu ini adalah dari Allah, yang meliputi ‎keseluruhan waktu dan ruang. Dia-lah (Allah) Yang menciptakan waktu, dan ‎tidak dibatasi oleh waktu itu sendiri‎.

Ada indikasi, waktu yang sungguh menakjubkan ‎tersurat di dalam Al-Qur’an tentang hari kiamat; tanda-tandanya, dan bahkan ‎secara inplisit Al-Qur’an mengisyaratkan angka dengan digit tertentu kapan ‎datangnya kiamat‎.

Kalau Al-Qur’an pada 14 abad yang lalu telah mengumumkan kepada manusia ‎umur dunia telah berjalan selama 18.000.000.000 (delapan belas milyar) tahun ‎dan fakta ini telah dibenarkan pula oleh seorang ilmuawan Perancis, JC. Batler, ‎tahun 1982. (Lihat: Sayyidul Ayyaam Nomor 12/Edisi IV/Th. I)‎.

Dan, Subhanallah kalau tesis ini benar, Ternyata Al-Qur’an juga sejak jauh-jauh hari telah ‎mengumumkan kepada manusia akhir perjalanan bumi fana ini yang disebut ‎dengan hari kiamat. Dalam sebuah ayat Allah menceritatakan bahwa ‎sekelompok manusia bertanya tentang bila datangnya kiamat, lalu Allah ‎menjawab dalam Al-Qur’an pada surat Al Qiyamah:

“Ia bertanya: “Bilakah hari kiamat itu?; Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan…” (Q.S: 75/ 6-9).

Sepintas ayat ini hanya bercerita tentang tanda-tanda datangnya kiamat besar ‎saja, tetepi kalau dicermati secara mendalam bahwa ayat ke-9 dari surat Al ‎Qiyamah diatas menyingkapkan sebuah simbol ajaib yang paling rumit ‎disimpulkan oleh manusia selama ini‎.

Allah mengisyaratkan bahwa pada hari itu matahari dan bulan dikumpulkan jadi ‎satu, tetapi tidak dijelaskan secara detail dalam ayat tersebet bagaimana dua ‎gejala alam itu dikumpulkan, disatukan dan kapan waktunya?‎

Ternyata, simbol super rumit ini dijabarkan oleh Allah pada ‎ayat yang lain di dalam Al-Qur’an, surat Al Kahfi secara gamblang menjelaskan ‎sebagai berikut‎:

“..Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).”

Apakah rahasia dari kalimat tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun? Kenapa Allah tidak menyebutkan langsung bahwa mereka berdiam di dalam gua selama 309 tahun? Ternyata dalam konteks Al Qur’an menyingkap rahasia dua penanggalan yang lumrah dipakai oleh umat manusia sekaligus yaitu Hijriyah dan Miladiyah (Baca: kalender islam dan kalender Masehi).

Jika dihitung dalam kalender Miladiyah, maka Asshabul Kahfi (penghuni gua) berdiam di dalam gua selama 300 tahun. Sementara kalau dihitung dalam kalender Hijriyah, maka mereka berdiam di sana selama 309 tahun. Penjelasannya adalah :

• 300 tahun Miladiyah = 300 x 365,2422 hari = 10.9572,66 hari
• 300 tahun Hijriyah = 300 x 354,36056 hari = 10.6310,11 hari

perbedaan jumlah hari keduanya adalah 3262,55 hari, maka jumlah tahun bagi keduanya adalah sebagai berikut:

@ 3262,55 : 354,36056 = 9,20669 tahun Hijriyah (9 Tahun)
@ 3262,55 : 365,2422 = 8,93256 tahun Miladiyah (88,9 atau 9 tahun).

Dengan kata lain tahun Hijriyah lebih maju 10 hari dibandingkan dengan tahun Miladiyah setiap tahunnya, lebih sederhana lagi bahwa sitiap 33 tahun Miladiyah sama dengan 34 tahun Hijriyah. Dan jika tahun Miladiyah dimajukan 330 tahun kedepan, maka tahun Hijriyah akan menjadi 340 tahun…

Aneh bin ajaib… Bahwa jikalau kedua calendar ini dimajukan secara parallel ‎kedepan, misalnya 2007 + 330 dst… dan 1428 + 340 dst… maka keduanya akan ketemu pada angka mistik yaitu “21114”‎.

Sungguh Maha Benar Allah dalam Firmannya: “dan matahari dan bulan dikumpulkan..”, bahwa kiamat akan datang ketika matahari dan bulan dikumpulkan jadi satu…

Kesimpulannya Bahwa kelak tahun 21114 Miladiyah akan berkumpul dengan ‎tahun 21114 Hijriyah (21114 M/ 21114 H)‎… “Selamat Menyambut Hari Kiamat”

Subhana Ka Ya Allah, kami tidak memiliki pengetahuan sedikitpun kecuali apa-apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau-lah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, Kalau indikasi ini benar adanya, maka ini adalah dari Allah. Kalau salah, maka ini adalah dari syaithan dan dari diriku sebagai manusia yang serba kekurangan. Wallahu’alam bisshawab.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s